KAMPAR — Dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA), mengajak masyarakat Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menerapkan perilaku hidup sehat melalui kegiatan edukasi dan praktik pembuatan lubang resapan biopori. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan pada 24 Juli 2026 ini merupakan bagian dari upaya mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 warga Desa Lubuk Siam serta dihadiri Sekretaris Desa, Kepala Dusun, dan kader desa yang turut mendukung pelaksanaan program. Tim pelaksana diketuai oleh Jufenti Ade Fitri, M.Kes., dengan anggota Bdn. Wira Ekdeni Aifa, M.Kes., dan Bdn. Fajar Sari Tanberika, M.Kes., Ph.D., serta dua mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Tia Ramadhani dan Syahril Fajri.
Ketua tim pelaksana, Jufenti Ade Fitri, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan genangan air saat musim hujan dan belum optimalnya pengelolaan sampah organik rumah tangga di Desa Lubuk Siam. Oleh karena itu, edukasi dan praktik pembuatan biopori diperkenalkan sebagai salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
“Lubang resapan biopori adalah teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan masyarakat. Selain membantu air meresap ke dalam tanah sehingga mengurangi genangan, biopori juga bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik menjadi kompos,” jelas Jufenti.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan penyuluhan mengenai GERMAS dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Materi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan melalui kebiasaan hidup bersih serta pengelolaan lingkungan rumah tangga yang tepat.
Setelah penyuluhan, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori. Melalui kegiatan ini, warga memperoleh pengetahuan praktis mengenai cara membuat biopori dan memahami potensinya dalam membantu penyerapan air hujan serta pengolahan sampah organik. Antusiasme peserta terlihat selama sesi praktik berlangsung.
Untuk mendukung keberlanjutan program, tim PkM menyerahkan dua unit bor biopori kepada Kantor Desa Lubuk Siam. Peralatan tersebut ditempatkan di kantor desa agar dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat, bukan menjadi milik perorangan. Dengan demikian, warga yang ingin membuat lubang resapan biopori di sekitar rumah dapat meminjam peralatan melalui kantor desa.Jufenti berharap, kegiatan tersebut dapat berlanjut setelah pelaksanaan penyuluhan dan praktik selesai. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada praktik saat pelaksanaan saja, tetapi terus dilanjutkan dan dipelihara masyarakat secara mandiri,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, tim merencanakan pendampingan dan pemantauan pemanfaatan lubang biopori, mendorong penggunaan sampah organik rumah tangga sebagai bahan isian biopori, serta mengevaluasi keterlibatan masyarakat dalam penerapan GERMAS dan PHBS. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan manfaat kegiatan di lingkungan desa.
Melalui program ini, IKTA berupaya mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat melalui penerapan teknologi sederhana yang mudah dijangkau. Keterlibatan pemerintah desa, kader, dan warga diharapkan menjadi modal penting untuk mengembangkan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus mendukung pembangunan kesehatan di Desa Lubuk Siam. (red/adri)
Editor : Yanto
