PEKANBARU — Dosen Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Pekanbaru mendorong penguatan peran remaja dalam mendukung kesehatan mental melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Teman Sebaya dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Risiko Bunuh Diri pada Remaja melalui Program Peer Leadership”. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18 Juli 2026 di Posyandu Kasih Berpadu dan diikuti oleh 12 remaja.
Kegiatan yang memperoleh hibah internal IKTA ini dilaksanakan oleh dosen Ns. Arya Ramadia, M.Kep., Sp.Kep.J. dan Ns. Mersi Ekaputri, M.Kep., dengan melibatkan mahasiswa Eka Astyananda Putri dan Mohammad Wildan Nabil. Program tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kepedulian remaja terhadap kesehatan mental, khususnya dalam mengenali tanda-tanda awal risiko bunuh diri.
Melalui pendekatan peer leadership, para peserta didorong untuk memahami pentingnya dukungan sosial dan kepedulian terhadap kondisi psikologis teman sebaya. Pendekatan ini memanfaatkan kedekatan antarremaja sebagai sarana untuk membangun komunikasi yang positif, mengenali teman yang sedang mengalami kesulitan, serta mendorong mereka mencari bantuan yang tepat.
Penguatan kapasitas ini diharapkan dapat membekali peserta agar mampu memberikan dukungan awal secara empatik tanpa menghakimi teman yang menghadapi masalah. Apabila ditemukan indikasi risiko bunuh diri, remaja yang berperan sebagai pemimpin sebaya diharapkan dapat membantu menghubungkan temannya dengan orang dewasa tepercaya, tenaga kesehatan, atau layanan profesional yang sesuai.Selain meningkatkan pengetahuan dan kepedulian peserta, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara puskesmas, kader remaja, dan pihak sekolah. Kerja sama tersebut diperlukan untuk membangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental serta memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan risiko bunuh diri, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, IKTA berharap para remaja dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan kepedulian terhadap kesehatan mental di lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, remaja diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang produktif dan kreatif, tetapi juga mampu membangun hubungan sosial yang positif serta membantu teman sebaya memperoleh pertolongan yang tepat ketika menghadapi permasalahan.(red/adri)
Editor : Yanto
