PEKANBARU – Dosen Institut Kesehatan dan Teknologi (IKTA) Al Insyirah Pekanbaru melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Implementasi Program Edukasi dan Skrining Faktor Risiko Penyakit Paru melalui Optimalisasi Posyandu untuk Deteksi Dini dan Pencegahan Berkelanjutan” di Posyandu Kasih Berpadu pada 26 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan paru sekaligus mendorong deteksi dini faktor risiko penyakit paru melalui pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Ns. Mersi Ekaputri, M.Kep., dengan anggota dosen Ns. Arya Ramadia, M.Kep., Sp.Kep.J., serta melibatkan dua mahasiswa, yaitu Melmanda Junita Saputri (NIM 241411072) dan Kasma Sabila (NIM 241411073). Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi IKTA Al Insyirah dalam mendukung upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sistem pernapasan.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai faktor risiko penyakit paru, tanda dan gejala gangguan pernapasan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menghindari paparan asap rokok dan polusi udara serta menerapkan perilaku hidup sehat untuk menjaga kesehatan paru.
Selain edukasi, tim juga melaksanakan skrining faktor risiko sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi masyarakat yang memiliki faktor risiko gangguan kesehatan paru. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami kondisi dan faktor risiko yang perlu diwaspadai serta mengetahui pentingnya melakukan pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas pelayanan kesehatan apabila memiliki keluhan atau faktor risiko tertentu.
Optimalisasi Posyandu menjadi salah satu fokus kegiatan karena Posyandu memiliki peran strategis sebagai sarana pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang dekat dengan lingkungan warga. Melalui pemanfaatan Posyandu, edukasi kesehatan dan pengenalan faktor risiko penyakit paru diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih mudah serta menjadi bagian dari upaya pencegahan penyakit yang berkelanjutan.
Tim pengabdian juga mendorong penguatan peran kader Posyandu dalam menyampaikan informasi kesehatan, membantu pemantauan sederhana, serta mengarahkan masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ke fasilitas pelayanan kesehatan yang sesuai. Keterlibatan kader diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program edukasi dan skrining, tidak hanya saat kegiatan pengabdian berlangsung, tetapi juga melalui aktivitas pelayanan Posyandu berikutnya.Sebagai tindak lanjut, program edukasi dan skrining faktor risiko penyakit paru diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala dan terintegrasi dengan kegiatan rutin Posyandu. Pembekalan berkelanjutan bagi kader serta kerja sama antara IKTA Al Insyirah, Posyandu, Puskesmas, dan masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat pemantauan kesehatan dan mekanisme rujukan bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Melalui kegiatan PkM ini, IKTA Al Insyirah Pekanbaru berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Optimalisasi Posyandu diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan paru, mendorong pengenalan faktor risiko sejak dini, dan mendukung upaya pencegahan penyakit paru secara berkelanjutan di masyarakat. (red/adri)
Editor : Yanto
