Laksamana.id | Bitung — Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum Kombes Pol. Steidy Raranta di Perum Korea, Lingkungan 5 RT 06, Kelurahan Manembo-nembo Atas, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sabtu (26/9/2026).
Di tengah suasana kehilangan tersebut, keluarga besar Polri hadir memberikan penghormatan, kepedulian, serta dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bitung Ny. Hikma Arie Sulistyo, menyambut kedatangan Wakapolda Sulawesi Utara Irjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum., Wakil Ketua Bhayangkari Polda Sulut Ny. Asniar Awi Setiyono, serta jajaran PJU Polda Sulut.
Kehadiran rombongan tersebut untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga almarhum yang tengah berduka.
Kepergian Kombes Pol. Steidy Raranta menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Polri. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengalami nyeri di bagian dada dan segera dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Setelah itu, almarhum dirujuk ke RS Kandou untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Meski telah mendapatkan penanganan dan perawatan intensif, almarhum akhirnya mengembuskan napas terakhir.Kepergian tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan sejawat maupun personel yang pernah bekerja bersama almarhum. Sosok Kombes Pol. Steidy Raranta dikenang sebagai pribadi yang baik, peduli, serta mampu membangun hubungan yang dekat dengan senior maupun junior.
Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho turut mengenang sosok almarhum yang semasa bertugas di lingkungan Lemdiklat Polri banyak memberikan manfaat dan perhatian kepada personel lainnya.
“Beliau banyak memberikan manfaat bagi kami dulu. Baru empat hari menjabat sebagai Kabid Humas, beliau sudah langsung aktif menjemput Wakapolda Sulut yang baru dan mengikuti vicon bersama PJU. Dedikasinya luar biasa,” kenang Kapolres Bitung.
Bagi keluarga besar Polri, kepergian seorang rekan bukan sekadar kehilangan seorang anggota organisasi. Lebih dari itu, kepergian almarhum menjadi kehilangan sosok keluarga yang selama ini bersama-sama mengabdikan diri untuk bangsa dan masyarakat.
Editor : Pimred Laksamana.id
