PHE OSES Hadirkan Harapan dari Laut: Lima Program untuk Wujudkan Masyarakat Lebih Mandiri

PHE OSES Hadirkan Harapan dari Laut: Lima Program untuk Wujudkan Masyarakat Lebih Mandiri
PHE OSES Hadirkan Harapan dari Laut: Lima Program untuk Wujudkan Masyarakat Lebih Mandiri

Laksamana.id | Bandung — Bagi masyarakat pesisir, laut bukan sekadar bentang alam. Laut menjadi sumber kehidupan, tempat menggantungkan penghasilan, sekaligus ruang bagi tumbuhnya harapan keluarga.

Melalui lima program unggulan pemberdayaan masyarakat, PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) berupaya memastikan potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Hal itu disampaikan Head Communication, Relations & CID PHE OSES, Danya Dewanti, dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Media di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026).

Danya menjelaskan, program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PHE OSES dirancang dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masyarakat. Fokusnya mencakup lingkungan, kesehatan, peningkatan pendapatan, hingga penguatan kemandirian ekonomi.

Lima program tersebut yakni Tiga Perisai, Seribu Asa, Pelaut Tangguh, Palugada, dan Pendekar Sabira.

Menjaga Alam, Menjaga Sumber Kehidupan

Melalui Tiga Perisai, PHE OSES mendorong masyarakat terlibat dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan konservasi lingkungan.

Program ini mencakup rehabilitasi lahan kritis, konservasi penyu sisik, pengembangan ekowisata, hingga penguatan kemandirian masyarakat.

Salah satu bentuk kegiatannya adalah menghadirkan learning center sekaligus rumah penetasan penyu dengan teknik konservasi semi alami. Teknologi CCTV juga dimanfaatkan untuk memantau rumah pelestarian penyu yang dapat terkoneksi dengan perangkat smartphone.

Di sisi lain, penanaman mangrove dengan metode rumpun berjarak dilakukan untuk membantu menjaga kawasan pesisir dari penggerusan bibir pantai.

Upaya tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai peningkatan ekonomi, tetapi juga bagaimana masyarakat ikut menjaga lingkungan yang menjadi bagian penting dari kehidupan mereka.

Dari Dapur Keluarga, Melawan Stunting

Kepedulian terhadap generasi penerus diwujudkan melalui program Seribu Asa di wilayah Kepulauan Seribu Utara.

Program ini diarahkan untuk mendukung penurunan stunting sekaligus meningkatkan kemandirian istri nelayan dengan menempatkan ibu rumah tangga sebagai salah satu penggerak utama.

Sejumlah kegiatan dilakukan, mulai dari pemberian makanan utama (PMU) untuk mendukung pemenuhan dan perbaikan status gizi anak sasaran, kelas Montessori untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak usia dini, hingga kelas ibu hamil bersama tenaga ahli di bidang ibu dan anak.

Program tersebut juga dilengkapi Kelas 1.000 Hari Pertama Kehidupan guna meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak.

Membantu Nelayan Menghadapi Ketidakpastian

Bagi nelayan tangkap, hasil melaut tidak selalu dapat diprediksi. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam program Pelaut Tangguh.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan pendapatan nelayan melalui pengembangan alternatif mata pencaharian sekaligus mengoptimalkan hasil tangkapan.

Kegiatannya antara lain pengembangan budidaya rumput laut, pemanfaatan alat tangkap tradisional yang mendukung perikanan berkelanjutan, pengembangan bubu dengan tutupan limbah nylon, serta penyediaan GPS untuk membantu nelayan menentukan dan menyimpan titik koordinat rumpon.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk mendapatkan hasil tangkapan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola sumber daya laut secara lebih berkelanjutan.

Palugada, Ketika Maggot Menjadi Peluang Ekonomi

Sementara itu, program Palugada menyasar nelayan pembudidaya yang menghadapi tantangan fluktuasi harga pangan dan biaya produksi.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai bahan pakan alternatif.

PHE OSES memberikan dukungan berupa penyediaan benih ikan unggul, produksi pakan alternatif berprotein tinggi melalui budidaya maggot, serta peningkatan kemampuan pembudidaya untuk memproduksi pakan ikan secara mandiri.

Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan IPB dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selain itu, rumah apung dikembangkan sebagai ruang yang mendukung kolaborasi dan pengelolaan usaha para pembudidaya.

Perempuan Pesisir, Dari Pengolah Menjadi Penggerak Ekonomi

Program kelima, Pendekar Sabira, diarahkan untuk meningkatkan pendapatan kelompok pengolah dan pemasar ikan selar sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pemanfaatan sumber daya laut.

Masyarakat didorong mengolah hasil laut menjadi berbagai produk khas yang memiliki nilai tambah.

Salah satu kegiatannya adalah kelas diversifikasi menu untuk menghasilkan produk berbasis potensi perikanan lokal. Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui sharing knowledge bersama pelaku UMKM.

PHE OSES turut menghadirkan rumah pengering ikan untuk membantu meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil olahan laut secara lebih efisien.

Bukan Sekadar Program, tetapi Jalan Menuju Mandiri

Danya mengatakan, seluruh program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari upaya PHE OSES untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Program dirancang dengan mempertimbangkan potensi lokal serta kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Program-program pemberdayaan masyarakat ini kami dorong agar memberikan manfaat yang berkelanjutan dan membuka peluang bagi masyarakat untuk semakin mandiri," jelas Danya.

Melalui lima program tersebut, PHE OSES menempatkan pemberdayaan bukan sekadar sebagai kegiatan sosial, melainkan sebagai upaya membangun kemampuan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dari menjaga penyu dan mangrove, menjaga tumbuh kembang anak, meningkatkan pendapatan nelayan, hingga membuka ruang ekonomi bagi perempuan pesisir, berbagai program itu bermuara pada satu tujuan: mendorong masyarakat agar semakin berdaya dan mandiri dalam membangun kehidupan yang lebih baik. (*)

Editor : Pimred Laksamana.id