Tebing Sungai Batang Kuantan Longsor, Menimpa Belasan Ponton Hasil Penertiban PETI

Tebing Sungai Batang Kuantan Longsor, Menimpa Belasan Ponton Hasil Penertiban PETI
Tebing Sungai Batang Kuantan Longsor, Menimpa Belasan Ponton Hasil Penertiban PETI

Laksamana.id l Sijunjung - Peristiwa bencana alam tanah longsor melanda kawasan Kapalo Lubuak Jambu, Jorong Subarang Ombak, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat.

Musibah longsor yang menimpa tebing di sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu (23/8/2026) sore, sekira pukul 14.30 WIB.

Material tanah yang runtuh dari tebing langsung berdampak pada belasan unit ponton yang berada tepat di area aliran sungai bawah tebing tersebut.

Meskipun material longsoran cukup besar, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah bencana alam ini.

Namun, terdapat empat orang penjaga ponton yang mengalami luka-luka akibat terseret arus sungai saat detik-detik terjadinya longsor.

Kepolisian menjelaskan bahwa luka-luka yang dialami oleh para penjaga tersebut bukan akibat tertimbun material tanah, melainkan terbawa arus air sungai.

Respon Cepat Kepolisian dan Hasil Pemeriksaan

Mendapat laporan terkait kejadian tersebut, jajaran Polres Sijunjung langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan mendalam.

Petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyisiran serta pemeriksaan sejak pukul 14.40 WIB hingga 15.30 WIB.

Dari hasil olah tempat kejadian, petugas menemukan tumpukan material tanah longsor yang berasal dari patahan tebing di pinggir sungai.

Tercatat sekitar 10 unit ponton yang sedang ditambatkan di lokasi tersebut mengalami kerusakan dan terdampak langsung oleh material longsoran.

Petugas juga memastikan bahwa saat musibah terjadi, tidak ada aktivitas penambangan maupun kegiatan kerja apa pun di atas ponton-ponton tersebut.

Ponton Tidak Beroperasi dan Bekas Penertiban PETI

Kapolres Sijunjung melalui Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Wildan Alkautsar Ananputra, menegaskan bahwa seluruh ponton di lokasi dalam kondisi tidak aktif.

Ia menjelaskan bahwa ponton-ponton tersebut sebelumnya telah ditertibkan oleh tim gabungan dan disita atau dikumpulkan di lokasi tersebut sejak 15 Agustus 2026 lalu.

Penertiban massal tersebut dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kabupaten Sijunjung, Satreskrim, serta Satintelkam Polres Sijunjung hingga 18 Agustus 2026.

"Ponton sudah ditertibkan dan pada saat kejadian memang tidak ada aktivitas penambangan," ungkap AKP Wildan saat memberikan keterangan.

AKP Wildan menambahkan, keberadaan empat orang di lokasi hanyalah untuk menjaga agar ponton-ponton yang diamankan tidak hanyut terbawa arus.

"Jadi, dipastikan tidak ada korban jiwa. Hanya ada empat orang korban luka ringan karena mereka sedang menunggu ponton agar tidak terbawa arus sungai," jelasnya.

Langkah Tegas Berantas Penambangan Emas Tanpa Izin

Operasi penertiban ponton tersebut merupakan bagian dari komitmen tegas Polres Sijunjung bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Kawasan Batogando dan sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan memang menjadi fokus utama petugas dalam mencegah maraknya kembali aktivitas tambang ilegal.

Pihak kepolisian mengaku secara rutin menggelar razia, penertiban, sekaligus sosialisasi edukatif kepada warga sekitar agar tidak melanggar hukum.

“Baru kemarin kami melakukan razia dan penertiban sekaligus memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas PETI di kawasan tersebut,” tegas AKP Wildan.

Imbauan Waspada Potensi Longsor Susulan

Pasca-kejadian, Polres Sijunjung langsung meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memantau perkembangan situasi di lapangan.

Petugas mengantisipasi adanya potensi longsor susulan mengingat kondisi struktur tanah tebing yang rentan serta cuaca ekstrem yang sering berubah tiba-tiba.

Polisi mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak lagi mendekati atau beraktivitas di sekitar area tebing maupun sepanjang aliran Sungai Batang Kuantan.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sijunjung diprediksi dapat meningkatkan risiko bencana longsor dan luapan air sungai secara mendadak.

Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan penyisiran dan pemantauan ketat di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan warga setempat.

Editor : Pimred Laksamana.id
Sumber : Tim