Laksamana.id, Tanimbar — Detik-detik menjelang peletakan batu pertama proyek strategis nasional (psn) blok masela, denyut nadi kabupaten kepulauan Tanimbar berdetak lebih kencang. kota Saumlaki, yang selama ini dikenal sebagai kawasan tenang di ujung Tenggara Maluku, kini menjelma menjadi pusat perhatian nasional.
Hiruk-pikuk transportasi darat, laut dan udara, derap langkah para pejabat tinggi negara, serta gelora semangat warga setempat menyatu dalam satu harmoni.
Dalam hitungan jam, Tanimbar bertransformasi, bukan lagi sekadar wilayah terpencil, melainkan primadona baru di kawasan timur Indonesia yang sedang disorot dari sabang sampai merauke.
Ribuan mata tertuju pada desa kecil Lermatang. jalan-jalan yang biasanya lengang kini dipadati kendaraan roda dua dan roda empat. hotel-hotel di Saumlaki penuh terisi.
Pedagang lokal merasakan dampak langsung: omzet melonjak, warung-warung tak pernah sepi, dan senyum warga merekah di mana-mana. mereka sadar, hari ini bukan sekadar seremoni. ini adalah babak baru bagi masa depan Tanimbar.
Para tokoh adat dengan pakaian tradisional lengkap terlihat beberapa hari lalu di lokasi acara. mereka berdampingan dengan pejabat pemerintahan, aparat keamanan, dan tim teknis inpex. suasana gotong royong terasa kental, sebuah sinyal kuat bahwa masyarakat tanimbar bersatu padu menyambut tonggak sejarah ini.
"Kami sudah menunggu puluhan tahun. hari ini mimpi itu mulai terwujud," ujar salah satu tetua adat dengan mata berkaca-kacaa saat doa adat.
Dengan seluruh elemen yang bergerak simultan, Tanimbar tidak hanya sedang bersiap menyambut seorang presiden. tanimbar sedang bersiap menyambut masa depannya sendiri.
Sebuah masa depan yang dimulai dari sabtu, 16 juli 2026, ketika tanah Lermatang akan mencatatkan tinta emas bagi perjalanan energi indonesia timur.
*persiapan matang di h-1 groundbreaking*
Sehari jelang pelaksanaan groundbreaking yang dinantikan puluhan tahun ini, persiapan di lokasi utama seluas 5,5 hektar di desa lermatang, kecamatan tanimbar selatan, terpantau semakin matang.
Lahan yang telah rampung dibersihkan itu kini telah berubah wajah. tenda-tenda megah dengan dekorasi khas berdiri kokoh, siap menyambut tamu agung dan para undangan.
Forkopimda provinsi Maluku yang dipimpin gubernur Hendrik Lewerissa dan Pangdam xv/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto telah berada di lokasi. mereka secara intens meninjau kesiapan akhir, mulai dari panggung VVIP, pusat media, hingga jalur evakuasi, memastikan seluruh aspek pengamanan untuk tamu VVIP berjalan sempurna.
*Dukungan penuh dari infrastruktur hingga warga*
Dibalik kesiapan fisik, sinergi lintas sektor menjadi kunci. petugas teknis dari pln up3 Saumlaki memastikan pasokan listrik penuh siap mengaliri seluruh rangkaian acara.
Tak hanya itu, pembangunan helipad di desa lermatang juga digenjot untuk menunjang mobilitas bagi rombongan presiden.
Namun, semarak yang paling terasa adalah dari rakyat tanimbar sendiri. seorang warga desa lermatang yang berhenti melintas di lokasi proyek melontarkan harapan yang mengharukan. baginya, ini adalah momen bersejarah yang telah dinanti selama puluhan tahun.
"Ini momen bersejarah yang kami tunggu puluhan tahun. kami percaya, inpex hadir di tanah kami akan memberikan kesejahteraan untuk anak cucu kami," ucapnya penuh lirih.
Ia menambahkan bahwa seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, adat, hingga pemuda, telah bulat memberikan dukungan penuh.
"Katong sudah dukung penuh inpex khususnya untuk groundbreaking. semua tokoh di desa sudah bulat mendukung. semoga berjalan lancar," harapnya.
*harapan untuk masa depan*
Momen groundbreaking ini bukan hanya sekadar seremoni. proyek yang melibatkan investasi raksasa ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru.
Pemerintah daerah dan masyarakat menaruh harapan besar agar pembangunan tidak hanya berhenti di upacara peletakan batu pertama, tetapi juga diikuti dengan penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan kesejahteraan bagi warga Tanimbar.
Dengan pengamanan ketat dan persiapan teknis yang dianggap mantap, seluruh mata kini tertuju pada negeri yang dikenal dengan sebutan Bumi Duan Lolat tersebut. pada 16 juli 2026, Tanimbar akan mencatatkan sejarah sebagai pusat energi baru indonesia timur. Tim.
Editor : Pimred Laksamana.idSumber : Tim