Laksamana.id | Lampung Selatan – Aksi dugaan pencurian sepeda motor di Lingkungan Patriot, dekat Pasar Inpres Kalianda, berujung amukan massa. Seorang pemuda berinisial RNS (20), warga Labuhan Maringgai, babak belur setelah tertangkap warga saat diduga hendak membawa kabur sepeda motor milik warga setempat, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurut keterangan warga, RNS diduga kepergok sedang berusaha membuka kunci sepeda motor yang terparkir di depan sebuah kontrakan di kawasan tersebut. Teriakan warga langsung memicu pengejaran hingga pemuda itu berhasil ditangkap.
“Saya kebetulan lewat, tiba-tiba sudah ramai orang. Katanya pemuda itu ketahuan sedang membuka kunci motor yang terparkir di depan kontrakan. Warga langsung berteriak dan mengejarnya sampai tertangkap. Karena kesal sering terjadi kehilangan kendaraan di sini, akhirnya dia dikeroyok banyak orang,” ujar seorang saksi di lokasi.
Kemarahan warga disebut dipicu oleh maraknya kasus kehilangan kendaraan yang belakangan meresahkan masyarakat sekitar. Sejumlah warga mengaku sudah lama merasa geram dengan aksi pencurian kendaraan yang kerap terjadi.
“Sudah berkali-kali motor hilang atau hampir hilang di lingkungan ini. Warga sudah gerah, makanya begitu ketahuan langsung diambil tindakan. Tapi kami sadar juga tidak boleh main hakim sendiri, untung cepat ada petugas yang datang melerai supaya tidak semakin parah,” kata warga lainnya.
Warga lain berharap kasus tersebut menjadi pelajaran agar setiap dugaan tindak pidana diserahkan kepada aparat penegak hukum.
“Memang kesal, tapi sebaiknya diserahkan ke polisi saja. Tadi sempat khawatir kondisinya makin parah, tapi alhamdulillah dibawa ke Rumah Sakit Bob Bazar untuk dirawat,” ujarnya.
Kapolsek Kalianda, IPTU Sulyadi, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, pelaku diduga berusaha mengambil sepeda motor milik warga, namun aksinya gagal setelah diketahui oleh masyarakat.
“Benar terjadi peristiwa itu. Pelaku diduga berusaha mengambil sepeda motor, namun keburu ketahuan dan dikejar warga hingga diamankan. Personel kami segera turun ke lokasi, melerai massa, dan membawa pelaku untuk mendapatkan perawatan kesehatan terlebih dahulu,” kata IPTU Sulyadi.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat yang berwenang. (*)
Editor : Pimred Laksamana.id