Jalan Provinsi di Simpang NV Hancur! Saat Hujan Berubah Jadi Kolam, Pengendara Terancam Celaka

Jalan Provinsi di Simpang NV Hancur! Saat Hujan Berubah Jadi Kolam, Pengendara Terancam Celaka
Jalan Provinsi di Simpang NV Hancur! Saat Hujan Berubah Jadi Kolam, Pengendara Terancam Celaka

Laksamana.id | Lampung Timur – Kondisi Jalan Provinsi di Simpang NV, Desa Sukaraja Nuban, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, semakin memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu kini dipenuhi lubang besar dan kerusakan di berbagai titik. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut berubah menjadi genangan air layaknya kolam, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lokasi, Minggu (21/6/2026), menunjukkan para pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan bermanuver untuk menghindari lubang yang menganga di tengah jalan. Kondisi semakin berbahaya ketika hujan turun karena genangan air menutupi lubang, membuat pengendara kesulitan membedakan antara permukaan jalan dan titik kerusakan.

Aris, warga sekitar, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum mendapatkan penanganan yang maksimal dari pihak terkait.

Sementara itu, Bakarudin, salah seorang pengendara yang melintas, mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang dinilai semakin membahayakan setiap harinya.

"Kalau hujan turun, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air. Pengendara harus ekstra hati-hati. Kondisi seperti ini sangat membahayakan," ujar Bakarudin.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya mengancam keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kendaraan angkutan barang maupun kendaraan pribadi harus mengurangi kecepatan saat melintas, sehingga waktu tempuh menjadi lebih lama.

Bakarudin berharap Pemerintah Provinsi Lampung melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan sebelum kondisi jalan semakin parah dan menimbulkan korban.

"Jangan tunggu ada korban. Jalan ini sudah seperti jebakan bagi pengendara, terutama saat hujan. Kami berharap pemerintah segera bertindak," tegasnya.

Masyarakat menilai perbaikan jalan tidak boleh lagi ditunda mengingat ruas tersebut merupakan jalur penting yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan. Jika terus dibiarkan, bukan hanya kendaraan yang mengalami kerusakan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas yang dapat merenggut korban jiwa. (Redaksi)

Editor : Pimred Laksamana.id