Laksamana.id | Lampung Timur – Warga Dusun III, Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, digegerkan dengan penemuan seorang bayi perempuan yang diduga baru dilahirkan dan ditinggalkan di belakang rumah Salon Wulan, Senin (15/6/2026) sekitar pukul 09.15 WIB.
Kepala UPTD Puskesmas Sukadana, Meidariani, S.KM., M.M., menyampaikan bahwa bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup dan menangis oleh seorang warga bernama Dedi Purwanto.
Menurut keterangan yang diterima petugas, Dedi awalnya mendengar suara tangisan bayi dari arah belakang bangunan salon. Karena penasaran, ia kemudian mencari sumber suara tersebut dan menemukan seorang bayi perempuan yang dibungkus kain berwarna biru putih dan dimasukkan ke dalam plastik merah.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada aparat setempat dan petugas kesehatan. Tim medis dari UPTD Puskesmas Sukadana langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi bayi.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan bayi dalam kondisi hidup, aktif menangis, dan berjenis kelamin perempuan," ujar Meidariani.
Dari hasil pemeriksaan fisik, bayi diketahui memiliki berat badan 3,4 kilogram, panjang badan 49 sentimeter, dan lingkar kepala 34 sentimeter. Petugas juga mendapati tali pusar bayi telah terpotong, namun plasenta tidak ditemukan di sekitar lokasi penemuan.
Menurut Meidariani, hasil pemeriksaan awal mengindikasikan bahwa pemotongan tali pusar diduga tidak menggunakan alat medis yang steril sehingga berpotensi menimbulkan risiko infeksi.
Sebagai langkah penanganan cepat, petugas Puskesmas Sukadana melakukan pemeriksaan fisik dasar, pembersihan tubuh bayi, tindakan pencegahan infeksi, serta memberikan imunisasi Hepatitis B dosis nol (HB0) sesuai standar pelayanan neonatal.
Selain penanganan medis, pihak puskesmas juga berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Sosial, dan perangkat desa setempat guna memastikan keselamatan bayi sekaligus mendukung proses penyelidikan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi direkomendasikan untuk dirujuk ke rumah sakit agar mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan penanganan lanjutan, terutama untuk mengantisipasi risiko infeksi akibat kondisi tali pusar yang dipotong tanpa alat steril," tambahnya.
Penemuan bayi tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga telah meninggalkan bayi malang tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian serius berbagai pihak mengingat kondisi bayi yang masih sangat rentan dan membutuhkan perlindungan, perawatan, serta jaminan masa depan yang layak.(Redaksi)
Editor : Pimred Laksamana.id