Tangis Bayi Pecah di Belakang Salon, Warga Sukadana Selamatkan Bayi Perempuan yang Baru Dilahirkan

Tangis Bayi Pecah di Belakang Salon, Warga Sukadana Selamatkan Bayi Perempuan yang Baru Dilahirkan
Tangis Bayi Pecah di Belakang Salon, Warga Sukadana Selamatkan Bayi Perempuan yang Baru Dilahirkan

Laksamana.id | Lampung Timur — Warga Dusun 3, Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, dibuat haru sekaligus prihatin setelah ditemukan seorang bayi perempuan yang diduga baru saja dilahirkan dan ditinggalkan di belakang sebuah salon, Senin (15/6/2026).

Bayi mungil tersebut ditemukan oleh Wulan, pemilik salon setempat, sekitar pukul 09.15 WIB. Saat ditemukan, bayi masih dalam kondisi hidup dengan tali pusar yang masih menempel.

“Bayi perempuan masih ada tali pusarnya, ditemukan oleh Wulan sekitar jam 09.15 pagi ini,” ujar Aan, warga setempat.

Penemuan bayi itu segera mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga langsung memberikan pertolongan sambil menunggu kedatangan tenaga medis.

Bidan Desa Terbanggi Marga, Desy Haliana, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Ia mengatakan tim medis yang datang ke lokasi langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap bayi.

“Iya benar, kami bersama tim medis telah melakukan pemeriksaan dan dinyatakan bayi dalam keadaan sehat dan gemuk,” kata Desy.

Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut diperkirakan baru dilahirkan pada pagi hari sebelum ditemukan warga.

“Diperkirakan bayi dilahirkan pada pagi ini,” tambahnya.

Saat ini bayi telah mendapatkan perawatan dan pengawasan dari tenaga kesehatan. Kondisinya dilaporkan sehat dan stabil.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas orang tua maupun pihak yang diduga tega meninggalkan bayi tersebut.

Peristiwa ini menyisakan duka dan keprihatinan di tengah masyarakat. Di balik kisah pilu itu, kepedulian warga yang sigap memberikan pertolongan menjadi secercah harapan bagi bayi perempuan yang kini selamat dan mendapat perawatan yang layak. (*)

Editor : Pimred Laksamana.id