Laksamana.id || Tugusari Lampung Barat —
Di tengah rutinitas dunia pendidikan yang padat, hadir sosok kepala sekolah yang menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga keteladanan nyata.
Kepala Sekolah SDN 3 Tugusari yang akrab disapa Buk Umi menjadi inspirasi melalui aksi sederhana namun bermakna: tetap tinggal di sekolah setelah jam pulang untuk membersihkan lingkungan.
Saat aktivitas belajar mengajar telah usai dan para siswa serta guru berangsur meninggalkan sekolah, Buk Umi justru masih terlihat beraktivitas, Saptu (25/04/2026).
Dengan perlengkapan sederhana seperti ember dan gayung, ia menyiram dan membersihkan area depan ruang kelas, memastikan lantai terbebas dari kotoran dan genangan air.
Kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas sesaat, melainkan telah menjadi kebiasaan yang konsisten dilakukan. Tanpa instruksi, tanpa sorotan, ia memilih turun langsung menjaga kebersihan sekolah yang dipimpinnya.
Sikap ini mencerminkan dedikasi tinggi serta rasa tanggung jawab yang mendalam terhadap lingkungan pendidikan.
“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak.
Jika lingkungannya bersih dan nyaman, mereka akan lebih semangat belajar,” ujar Buk Umi dengan penuh ketulusan.
Langkah yang dilakukan Buk Umi memberikan pesan kuat bahwa kebersihan adalah bagian dari pendidikan karakter.
Apa yang ia lakukan bukan hanya berdampak pada lingkungan fisik sekolah, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi para siswa tentang pentingnya disiplin, kepedulian, dan rasa memiliki terhadap lingkungan bersama.
Sejumlah guru dan warga sekitar mengaku kagum dengan sikap tersebut.
Menurut mereka, jarang ditemui seorang kepala sekolah yang bersedia turun langsung melakukan pekerjaan yang sering dianggap sepele, namun memiliki dampak besar.
Keteladanan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen pendidikan, bahwa perubahan besar dapat dimulai dari hal kecil dan dari diri sendiri.
Kepemimpinan yang ditunjukkan Buk Umi membuktikan bahwa jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah untuk memberi contoh terbaik.
Dengan lingkungan sekolah yang bersih, rapi, dan terawat, proses belajar mengajar di SDN 3 Tugusari pun diharapkan semakin optimal.
Lebih dari itu, nilai-nilai positif yang ditanamkan melalui tindakan nyata akan membekas dalam diri siswa hingga masa depan mereka.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, sosok seperti Buk Umi menjadi pengingat bahwa dedikasi, keikhlasan, dan keteladanan adalah fondasi utama dalam menciptakan generasi yang berkualitas.
Editor : Yanto