Laksamana.id || Lampung Barat –
Aksi pencurian aset milik PT PLN (Persero) kembali terjadi di Kabupaten Lampung Barat.
Kali ini, tiga unit trafo distribusi dilaporkan hilang di lokasi berbeda, dengan modus yang diduga dilakukan secara terencana dan terorganisir oleh pelaku yang memahami sistem kelistrikan 8/02/2026.
Berdasarkan data lapangan, trafo yang dicuri berada di tiga titik, yakni:
•SB 100 Pekon Sri Menanti, Kecamatan Air Hitam
•SB 119 Pekon Semarang Jaya, Kecamatan Air Hitam
•SB 154 Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian
Informasi awal diperoleh dari Babinsa Gedung Surian, yang menyebutkan bahwa pencurian diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, pasokan listrik di wilayah terdampak padam total sejak malam kejadian hingga malam berikutnya, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat secara luas.
“Dilihat dari cara kerja dan potongan kabelnya, ini bukan orang sembarangan.
Diduga kuat pelaku memahami betul sistem kelistrikan,” ujar Babinsa setempat.
Diduga Kejahatan Terorganisir, Negara Alami Kerugian Besar
Pihak PLN memperkirakan kerugian negara mencapai puluhan juta rupiah, tidak hanya dari nilai trafo yang dicuri, tetapi juga mencakup biaya perbaikan jaringan, penggantian material, serta gangguan pelayanan listrik kepada pelanggan.
Seorang pejabat PLN setempat membenarkan peristiwa pencurian tersebut dan menyatakan bahwa indikasi kejahatan terorganisir cukup kuat.
“Benar, telah terjadi pencurian beberapa unit trafo milik PLN di wilayah Kecamatan Air Hitam dan Gedung Surian.
Cara pelaku memutus kabel dan menurunkan trafo menunjukkan keahlian khusus. Kami menduga ini bukan aksi spontan, melainkan terencana,” ujar perwakilan PLN.
Saat ini, pihak PLN telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, sekaligus meningkatkan pengamanan aset kelistrikan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
(Saka Ard)
Editor : Yanto