Laksamana.id | Rembang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mengimbau warga yang bermukim di bantaran sungai serta kawasan dataran tinggi agar meningkatkan kewaspadaan pada awal tahun ini. Sebab Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim penghujan terjadi pada Januari, termasuk di wilayah Kabupaten Rembang
Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati, mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir telah terjadi sejumlah bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, di beberapa titik wilayah. Kejadian tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi.
“BMKG mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Pantura, khususnya Kabupaten Rembang, pada tanggal 10 hingga 13. Dalam periode tersebut diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat,” kata Jarwati, Senin (12/1).
BPBD Kabupaten Rembang mencatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi akibat curah hujan lebat yang terjadi sejak 8 hingga 11 Januari 2026. Intensitas hujan tinggi di berbagai kecamatan memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga rumah roboh di sejumlah wilayah.Sri Jarwati, menjelaskan bahwa banjir lewatan pertama terjadi pada 8 Januari di Kecamatan Pamotan. Banjir disebabkan saluran air yang tersumbat sampah dan timbunan tanah, sehingga aliran air tidak lancar dan meluap ke jalan setinggi sekitar 40 sentimeter. Luapan tersebut sempat menggenangi SDN 1 Pamotan.
Editor : Pimred Laksamana.id