Jejak Dana BOS di SMA Negeri 2 Ulubelu: Rumput Liar Mengungkap Dugaan Kelalaian

Jejak Dana BOS di SMA Negeri 2 Ulubelu: Rumput Liar Mengungkap Dugaan Kelalaian
Jejak Dana BOS di SMA Negeri 2 Ulubelu: Rumput Liar Mengungkap Dugaan Kelalaian

Laksamana.id || Tanggamus -

Lingkungan sekolah tampak tak terawat meski Dana BOS Reguler rutin turun; publik menyorot kinerja kepala sekolah dan lemahnya pengawasan Dinas Pendidikan Tanggamus,Jumat 12 Desember 2025.

Ulubelu, Tanggamus — Aliran Dana BOS Reguler yang rutin digelontorkan pemerintah setiap tahun kembali menjadi sorotan setelah kondisi lingkungan SMA Negeri 2 Ulubelu terlihat memprihatinkan. Rumput liar menjulang, area sekolah tampak minim perawatan, dan situasi ini memunculkan pertanyaan publik: sejauh mana pemeliharaan sekolah benar-benar dijalankan sesuai ketentuan?

Terlihat lantai gedung kelas tak terawat dan kotor padahal sebagian tempat belajar siswa.
Terlihat lantai gedung kelas tak terawat dan kotor padahal sebagai tempat belajar siswa,serta nampak cat pintu gedung kelas mengelupas.

Kondisi tersebut terpantau langsung di lapangan dan diperkuat oleh keterangan warga serta orang tua siswa. Fakta visual ini menjadi dasar munculnya dugaan kelalaian pengelolaan pemeliharaan sekolah, tanpa lebih dulu menyimpulkan adanya pelanggaran hukum sebelum dilakukan pemeriksaan resmi oleh pihak berwenang.

Lingkungan sekolah yang semestinya menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi ratusan siswa justru tampak nyaris tertutup rumput liar dan minim perawatan.

Papan Plang informasi tampak tak terawat telah lama
Papan Plang informasi sekolah tampak berkarat tak terawat telah lama.

Padahal, setiap tahun sekolah menerima Dana BOS Reguler dengan alokasi sekitar 10–20% untuk pemeliharaan ringan, termasuk kebersihan dan perawatan lingkungan. Namun, kondisi di lapangan memunculkan dugaan kuat bahwa pemeliharaan tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

lapangan sekolah terlihat di tumbuhi rumput liar yang telah meninggi.
lapangan sekolah terlihat di tumbuhi rumput liar yang telah meninggi.

Rumput dibiarkan meninggi, sejumlah fasilitas tampak kurang terawat, dan suasana sekolah jauh dari standar lingkungan pendidikan yang layak. Warga menilai, jika anggaran pemeliharaan digunakan secara benar dan konsisten, kondisi sekolah tidak akan terlihat seperti lahan terbengkalai.

Sorotan pun mengarah kepada manajemen sekolah, khususnya kepala sekolah, yang dinilai memiliki tanggung jawab penuh atas perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan. Dugaan yang muncul masih bersifat sementara dan menunggu klarifikasi resmi serta hasil pemeriksaan pihak berwenang terkait penggunaan Dana BOS, khususnya pada pos pemeliharaan ringan.

null
Terlihat cat tiang bangunan sekolah mengelupas serta plafon bolong .

“Ini sekolah atau kebun? Kalau memang ada anggaran perawatan, kenapa lingkungannya seperti ini? Jangan-jangan yang ‘dirawat’ hanya laporannya, bukan sekolahnya,” ujar seorang warga dengan nada kesal.

Sindiran Keras untuk Dinas Pendidikan

Tak hanya pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus ikut disindir karena dinilai lemah dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Setiap tahun dinas bicara evaluasi, monitoring, dan pengawasan. Tapi buktinya? Sekolah bisa jorok seperti ini tanpa tindakan. Jangan-jangan pengawas hanya lewat pintu gerbang,” kata salah satu orang tua siswa.

Jika dugaan penyimpangan Dana BOS terbukti, maka kepala sekolah berpotensi melanggar ketentuan perundang-undangan, antara lain:

Permendikbud Nomor 63 Tahun 2022 tentang Dana BOS Reguler

PP Nomor 17 Tahun 2010 jo. PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

Ketentuan pidana terkait penyalahgunaan anggaran negara, apabila ditemukan unsur korupsi, manipulasi laporan, atau mark-up pembiayaan

Fakta Visual di Lapangan (Berdasarkan Dokumentasi Foto)

Dokumentasi foto yang diperoleh tim media memperkuat kondisi memprihatinkan SMA Negeri 2 Ulubelu. Beberapa ruang kelas terlihat lantai kotor dan bernoda lumpur, kursi serta meja belajar berantakan dan mengalami kerusakan, mencerminkan minimnya perawatan rutin. Pada bagian depan kelas, sepatu siswa diletakkan di lantai yang tampak tidak dibersihkan secara berkala, memperlihatkan standar kebersihan yang jauh dari semestinya.

Di area luar kelas, selasar sekolah dan tiang bangunan menunjukkan cat terkelupas dan kusam, sementara plafon dan instalasi terlihat menua tanpa perbaikan ringan. Kondisi ini menimbulkan kesan bangunan dibiarkan apa adanya dalam waktu lama.

Lingkungan halaman sekolah pun tak luput dari sorotan. Rumput liar tumbuh meninggi dan tidak terpangkas, menutupi sebagian area lapangan upacara dan halaman sekolah. Bahkan, papan nama sekolah tampak berkarat dan tertutup semak, seolah mencerminkan lemahnya perhatian terhadap identitas dan wajah lembaga pendidikan tersebut.

Rangkaian kondisi visual ini memperkuat dugaan publik bahwa pemeliharaan lingkungan sekolah tidak berjalan optimal, meskipun anggaran pemeliharaan melalui Dana BOS Reguler diketahui rutin dialokasikan setiap tahun.

Tuntutan Warga

Masyarakat mendesak:

1. Audit dan pemeriksaan penggunaan Dana BOS Reguler di SMA Negeri 2 Ulubelu

2. Evaluasi kinerja kepala sekolah

3. Tindakan tegas dari Dinas Pendidikan agar kejadian serupa tidak terus berulang

Warga berharap pihak berwenang tidak sekadar hadir dalam kegiatan seremonial, melainkan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata sekolah dan mengusut penggunaan anggaran yang diduga tidak tepat sasaran.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan penjelasan atau bantahan atas informasi yang disampaikan.

Tim media akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi lanjutan berdasarkan temuan faktual di lapangan.

(TEAM)

Editor : Yanto
Sumber : Tim buru berita