Laksamana.id | Lampung Barat -
Team Laksamana.id melakukan peninjauan ke lokasi proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Way Luimonyet, Kecamatan Sumber Jaya. Proyek ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui pelaksana CV Muara Arta,(Senin 17 November 2025).
Berdasarkan papan informasi, proyek dengan nilai anggaran Rp 314.310.000 ini tercatat melalui kontrak 600/27/KTR/RJI.11/11103/11/2025, dengan waktu pelaksanaan 50 hari kalender dalam Paket RJI 11.
Menurut salah satu pekerja, proses pekerjaan telah berjalan sekitar satu minggu sejak dimulainya masa pelaksanaan.
Warga Antusias: Irigasi Baru Dinilai Sangat Dibutuhkan
Masyarakat sekitar menyampaikan antusiasme mereka atas dimulainya rehabilitasi jaringan irigasi tersebut. Warga menilai pembangunan ini sudah lama dinantikan karena irigasi merupakan sumber pengairan utama bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.
Sejumlah manfaat yang diharapkan warga di antaranya:
Meningkatkan produksi pertanian melalui suplai air yang lebih stabil
Mendorong peningkatan pendapatan petani
Memperkuat ketahanan pangan daerah
Mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan
Meningkatkan kualitas lingkungan serta ketersediaan air bersih
Dengan demikian, hadirnya pembangunan ini dipandang membawa dampak positif yang signifikan bagi petani maupun masyarakat yang tinggal di kawasan pertanian.
Warga Tetap Harapkan Mutu Kerja Terjamin
Meski antusias, warga tetap berharap pembangunan dilakukan dengan kualitas yang baik dan sesuai petunjuk teknis. Mereka menekankan bahwa proyek ini tidak boleh dikerjakan asal jadi, agar manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang dan membantu mencegah potensi bencana yang terkait dengan pengairan.
Dengan waktu pengerjaan yang cukup, yakni 50 hari kalender, masyarakat berharap pihak pelaksana dapat mengutamakan mutu bangunan demi keberlangsungan pertanian.
Kendala Akses: Material Diangkut Menggunakan Sepeda Motor
Saat tim media berada di lokasi, terlihat bahwa akses menuju titik pekerjaan tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat. Seluruh material harus diangkut menggunakan sepeda motor. Para pekerja bahkan melakukan modifikasi pada bagian depan motor untuk mempermudah pengangkutan material ke lokasi.
Meskipun begitu, proses pengerjaan tetap berjalan dengan baik.
(Saka Ard)
Editor : Yanto